my life on the list
Apa yang paling menarik dari bekerja di industri kreatif periklanan? Jawaban saya adalah rasa senang saat ide yang berawal dari brief itu akhirnya berhasil dieksekusi (untuk saya: terutama iklan televisi) dan direspon oleh masyarakat. Terima kasih pada social media seperti twitter, sehingga saya jadi bisa tahu dengan cepat bagaimana respon masyarakat akan iklan yang sudah saya buat.
Sempat cabut dari industri iklan satu setengah bulan, saya kangennya gila-gilaan. Untungnya bulan depan saya balik lagi ke dunia iklan. Dan perasaan untuk comeback ini semakin menggebu-gebu karena ide iklan terakhir yang saya buat sebelum hengkang dari kantor yang lama, kemarin akhirnya tayang.
Dan kometar di twitter pun beragam. Ada yang bilang lucu, ada yang bilang lebay, ada yang bilang kreatif, ada yang bilang gak jelas, ada yang bilang sampah, ada yang bilang kocak, ada yang bilang alay, ada yang bilang keren, ada yang bilang ahahahahahahahaha. Semua komentar itu saya suka. Berarti si iklan mengena hingga mereka mau usaha untuk ngetweet. Ge er-nya sih gitu.
Memang salah satu kelebihan iklan adalah kemampuannya untuk membuat penontonnya 'tergerak'. Sesuatu yang membuat saya terpacu membuat iklan yang punya nilai-nilai baik yang saya yakini, dan tidak hanya pesan untuk "beli produk ini!". Sesuatu dengan cita-cita untuk mewujudkan indonesia yang lebih baik. Yah setidaknya biar semua menghargai perbedaan dan kebebasan berekspresi. Idealis sekali memang, tapi begitulah adanya. Namanya juga anak muda.
"Buat apa bikin iklan menang award tapi yang lihat cuma orang-orang periklanan saja?" Akhir-akhir ini kalimat itu sering terngiang di kuping saya.
kamu berhutang permintaan
sedang saya berhutang pertanyaan
bagaimana perasaan itu?
malam sebelumnya kita
ketawa. ketawa. hahaha
berdua pulang dari kepenatan
dan hari ini saya ngetik tidak karuan
sambil nguping gosip orang di belakang
sambil ngingat kamu oh jangan
lalu saya tersenyum
lalu senang ini saya biarkan tertulis
jadi tulisan tulus
tolong banget jangan dihapus.
ternyata jaring-jaring cerita tidak pernah bosan
menunggu akhir sulaman penantian
soalnya yang di sini putus asa
dan juga mungkin yang di sana sudah biasa
apa yang terjadi?
ulat-ulat hati yang berbahagia
padahal metamorfosisnya salah?
jujur saya mulai tersipu
sama kamu
jujur mungkin saya juga tertipu
ada kamu
seperti ketemu gunung siap didaki
tapi sudah ada penunggunya, laki-laki
ah
mister analogi
tapi
terima kasih
tapi
lihat saja nanti
tapi
plis jangan jadi laba-laba
mending jadi lobi-lobi
yang satu penuh perangkap siap cari mangsa
kalau yang satu lagi asam manis saya suka
Dari dulu saya selalu merasa Papa itu gayanya kolot. Jadul. Masih ingat dua tahun lalu saya pernah komen soal cara Papa pakai polo shirt dan kemeja yang dikancingin semua.
Jeng jengggg! dua tahun kemudian, anak-anak asik abis Jakarta kalau pakai polo shirt dan kemejanya dikancingi semua seperti Papa saya.
(bukan gambar Papa saya)
emang iya?
biasanya saya menjadikan menulis sebagai kegiatan untuk kabur dari hal-hal yang saya takutkan. menulis membuat saya percaya diri. saya suka menulis. merangkai kata untuk menceritakan yang saya rasa dan manusia di sekitar saya. saya suka cerita. saya suka manusia.
sudah dua tahun saya kerja jadi copywriter. kerjanya ya nulis. ngide juga sih. semua orang bilang "oh my jod, you're living your dream!", "seru banget hobi bisa jadi kerjaan".
emang iya ya?
entah, tapi sejak itu menulis tidak lagi mengasyikan. kesenangan itu hilang. saat saya menulis, saya jadi terbebani.
jujur saya bingung tulis menulis ini mau dibawa kemana. semacam gak yakin sama karier copywriter.
semoga rasa ini cuma mual, dan bukan muak. jadi saat muntah semuanya jadi lebih lega.
I don't remember most of the year but 2011 hasn't been particularly good for me, although I remain optimistic for the future. A lot of reevaluations and changes have been made in my life this year and I don't think I'd be as strong as I am now if I wasn't going through what I am. I feel like I've matured a lot this year.
I'm actually pleased with the changes that have happened as I no longer feel so insecure. I've opened up more, grown my self-esteem, welcomed new relationships, and strengthened the friendships that are important to me. In the end, I'll exit this year knowing I've exemplified sheer steadfastness at its finest.
NB: I guess the best part of this year was that none of my family died, I'm very thankful for that (although... the year isn't over yet).
Postingan kali ini ditulis via PC di kantor baru. Jieeee. Jadi tadi ceritanya saya terinspirasi untuk menulis tentang hidup (lagi) setelah baca postingan blog teman SMA saya, si Juki, yang ini dan ini.
Tapi memang banyak yang sudah berubah. Fisik, pola pikir, pertemanan, pengetahuan, dan jerawat-jerawat di muka saya. Teman-teman ada yang sudah menikah, ada yang pacaran lama, ada yang gajinya sudah puluhan juta, ada yang sibuk S2, ada yang hilang entah kemana, ada yang masih jomblo dengan dalih mimpi dan karier atau simply karena belum ketemu. Hidup berputar.
Responsibility separate the man from the boys. Alhamdulillah semua tanggung jawab itu masih bisa saya jalankan sampai sekarang. And dream collides the man with the boys again. Dan mimpi itu masih sama: menghasilkan sesuatu yang baik. Tetap dengan ambisi tapi minus iri hati.
Saya akhir-akhir ini baru yakin, semua orang punya rezekinya masing-masing. Si A kok bisa kerja di sini padahal okean gue, ah si B juga lanjut S2 karena dia kaya raya dari lahir, dst dst. Overrated and underrated are so two seasons ago. Sekarang zamannya tutup kuping dan percaya sama diri.
Percaya. Kalau bisa bikin karya iklan yang kreatif, kalau bisa nulis lebih baik lagi, kalau bisa menang award, kalau bisa jadi penulis novel atau skrip film, kalau bisa jadi teman yang lebih baik, kalau bisa lebih sayang sama orang tua, kalau bisa mempersedikit bersedih dan memperbanyak berpikir.
Amin. Semoga.
Sendirian. Jam sepuluh lewat sebelas. Duduk di Starbucks Setia Budi. Mengetik postingan blog dengan laptop yang sama dengan postingan blog pertama. Mendengar alunan lagu jazz entah siapa. Telah membaca blog orang-orang. Telah juga menonton beberapa serial berbahasa asing di youtube. 3 hari pertama pindah ke kantor baru yang lebih menantang. Menerima diri sendiri. Dua orang tua di seberang pulau. Tubuh sehat di umur dua puluh dua. Saya punya kenalan, teman, dan mimpi. Baru sadar hidup ini rasanya manis. Terima kasih. Syukur ini jarang terjadi.
ROTR? Reus Of The Reus. Kenapa? Baca aja nanti juga ngerti. Reus itu apa? Lihat jawaban pertanyaan sebelumnya lalu simpulkan.
Jadi ceritanya saya sedang buka-buka twitter via web, eh ternyata ada fasilitas yang bisa bikin kita lihat tweet-tweet kita yang diretweet sama orang lain. Walaupun gak semua kayaknya, cuma tweet-tweet yang diretweet via web saja, via ubersocial socialscope dkk sih nggak.
Beberapa tweet-tweet itu saya pilih, dan jadilah list berikut :D
• #rindu itu saat datang ke rumahnya, dia sudah pindah. Rumahnya sekarang di sisi Tuhan
• My head says, "Who cares?" But then my heart whispers, "You do, stupid!"
• I can handle this. "Handle" is my middle name. Actually, "handle" is the middle of my first name. - Chandler :))
• Tulisan stiker angkot: Putus cinta sudah biasa, putus tali rem bisa mati kita.
• I love UI. Because it contains U and I :* (via @annisariani)
• So trust me when I say if a guy is treating you like he doesn't give a shit, he genuinely doesn't give a shit. No exception.
• Just lie to me, tell me you love me.
• Dorong saya maju selangkah, saya akan berlari mengelilingi dunia.
• Bambang..Bambang, kamu bisa apa???
• Lobang hidung gue gede, lobang yang lain belum tentu.. :)) #imhappyonmyown
• Mata kuliah riset dan penelitian gue selalu dapat A, gak heran kan kalau sekarang gue selalu stalking-in lo :)
• Mata kuliah dasar-dasar logika gue cuma dapet C, cukup jelas kan kenapa gue cinta mati sama lo #reruntwit
• Cintamu bagaikan ketombe, bertebaran di mana-mana #edisishampoclear
• Cintaku meluap hingga tembus #edisisoftex
• Gayus Tambunan Tiffatul Sembiring, Jarang jadian patah hatinya sering #pantungalau
• Life is like photography, we develop from the negatives
• Ciee Vidi, naksir ya? ;) RT @vidialdiano: Yoo wazzup Indonesia! Irfan Bachdim ada di Dahsyat! http://plixi.com/p/63628136 17 Dec 2010
• Buat nyaingin masjid kubah emas, suatu saat gue akan buat masjid kubah muka gue.
• Anak zaman skrg, sedih dikit ngakunya Galau, kangen dikit dianggapnya Galau. Gak tahu ya kalau Galau maknanya lebih dr itu. Cc: @farhanahaha
• I do talk behind other peoples back, so I am not afraid others do that behind my back.
• Report as spam: @tifsembiring
• Terima kasih sangat pada @urbanesia nyari lokasi tempat jadi lebih mudah. Semoga besok2 ada fitur buat nyari jodoh :*
• seandainya saja gue fobia galau. Sayangnya tidak.
• Hampir semua #np (now playing) yg di tweet itu adalah curhat yg disamarkan #twitterunspokenrules
• 'Nanti kabar-kabaran lagi aja' = 'masih belum jelas gue mau ikutan atau nggak'
• 1234531 6i765 465431 24321 #kartini
• film komedi romantis dr negara mana pun, pesan intinya adalah kalau lo suka ya bilang! *ngomong sm tangan*
• Di timeline gue ada 4 orang tweeps yang avatarnya foto lagi nyelam. Besok-besok gue pakai avatar lagi terbang deh.
• Menurut gue tarot itu digunakan untuk refleksi diri, bukan buat meramal masa depan. Yang tahu masa depan cuma Tuhan sm Doraemon
• Follow-followan di twitter, janjian ketemuan, habis ML si dia ngilang. Langsung diunfollow! #curhatlampumerah
• @_iMek_ tetap gak ngerti kenapa orang merasa bisa eksis kalau nonton konser, dan bukan kalau perform di konser.
• Are you from China? Because you made my everything #fuckyeahpickuplines
• Dan saat mantanmu telah bersama kekasih barunya, bersegeralah kamu mengikuti jejaknya. Al-Move On ayat 57
• Huahahaha udah gue bilang dari dulu, Susilo Bambang Yudhoyono sama Pandji Pragiwaksono itu sama-sama No!
• Skrg liburan kemana2 selalu pengen disebut backpacker. Padahal pergi kesananya jg pake koper segede badan SBY
• 'Apatis' adalah salah satu lagu Indonesia dengan lirik paling cantik yang pernah ditulis. Luar biasa Ingrid.
• "Udah deh ta, sekali ini lupain yang namanya gengsi!" - Alya #AADC
• BAMS: BAck to Me Sekarang! #curhatnama
• Istilah "Juara Harapan Dua" itu salah secara struktural dan nalar deh. Juara kok ngarep, nomor dua lagi.
• X: Lo diomongin tahu sama mereka | Y: Yaudahlahya kayak kita gak ngomongin mereka aja
• Kalau jodoh gak kemana, kalau di Padang jadi kemano.
• mention itu tanda gerah, no mention itu tanda gengsi.
• Mau ngapain ke Rumah Sakit? | Mau ketemu pacar :) | He? Siapa pacar lo? Ajal?
• Ni es buah g variatif bgt, isinya cuma nangka sm pepaya | Dari pada hati lo, isinya cuma dia! #eaaa
• Semoga mba2 apotek sabar menghadapi kelakuan @berlagakpilon yg labil beli plester donal atau princess, pdhl yg lukanya di hati
• Mas ada tolak angin? | ada, mau berapa? | Dua. Kalau tolak kangen? | Ada juga. Jadi satu sama saya. #apeu
• Eh, sahur on the road yuk! | he? | Iya, on the road to your heart. #eaaaa #apeu
• Naik bus transjakarta aja butuh pegangan, apalagi hidup.
• Bibir bercerita pada cermin yg hanya punya bayangan mata. Tdk ada tetes di sana, cuma ada saraf yg merenggang karena otak berhenti mengenang
• Mata punya cerita. Tentang isi dunia yg tidak terdefinisikan kata. Tapi mata tidak mengerti apa itu menangis. Yg satu itu cuma hati yg tahu.
• Akhir Ramadhan gini, earphone gak sale ya? Penting padahal untuk pertanyaan2 "Kapan nikah?" "Pacarnya siapa?" pas Lebaran
• Ni sinyal Indosat EDGE mulu gini, dikata gue Lady Gaga of Glory?
• Gak bakal basi tuh opor dan gulai, angetin aja. Heboh banget. Masih banyak yg Lebaranan cuma pake tempe.
• Rindu masih jauh tapi hati tahu ia telah berlabuh. Dan saat rasa itu tumbuh, hati sadar luka masa lalunya telah sembuh. :)
• Cinta itu seperti labirin cerita. Buat apa mencari jalan keluar saat hati menikmati ketersesatan rasa?
• maafin sih udah, move on yang belum.
NB: Panjang yah, semoga kuat baca :)))
mencari bujang itu seperti mencuri hujan
di sekitar daerah kemarau susah
gersang ini hati baru patah
saya hidup malang melintang dusta
sama dia
sama diri
sama sepi
sama-sama
eh mata
kapan-kapan cerita ya sama dada
"Eh sakit gak rasanya kalau saya lihat-lihat timelinenya?"
lagi terus apa
mau diapain juga gak bakal mampus ini rasa
bisik bilang lantang
disudahi saja
diselesaikan saja
ditahan saja
tapi yang saya bisa cuma dikodekan saja
kode kode kode kode kode kode
kampret.
Jadi ceritanya kantor saya minggu depan mau ikut kejuaraan futsal antar ahensi iklan. Semua heboh siap-siap, mulai dari yang bakal main sampai yang cuma mau jadi cheerleader. Dan dengan berani nya, saya, Tulus Ciptadi, yang terkenal dengan kelakuan yang klemar-klemer ini, ikut bergabung dengan tim futsal Satucitra.
Dan semua orang di kantor bereaksi "Serius loh?"
Well, dulu teman kuliah juga sangsi saya ngikutin persepakbolaan dan (at least) bisa main bola.
Ah tapi orang-orang itu terlalu cepat menilai. Sejujurnya saya bisa walaupun tidak jago. Jiee.
Saya jadi mengenang kejadian hari-hari berapa belas tahun yang lalu di kota Palu. Dulu main bola semacam tiap hari bagi saya. Banyak tanah kosong terutama lapangan rumput. Plus dukungan sapi-sapi entah milik siapa dilepaskan pemiliknya untuk makan gratis di lapangan-lapangan itu.
Pokoknya dulu apa-apa main bola. Pulang sekolah main bola. Pulang les main bola. Di tempat ngaji main bola. Sore sebelum maghrib main bola lagi dekat rumah. Mainnya cuma pakai bola plastik sama batu-batu atau sandal dan sepatu yang ditumpuk sebagai penanda tiang gawang. Seru sih sebenarnya. Walau saya tidak jago-jago mainnya karena cuma trus jadi bek. Simply karena memang tidak bakat dan malas lari. hahaha.
Tapi ada yang lebih seru sebenarnya. Justru karena sering main bola itu, teman-teman saya jadi jarang mengatai saya bencong. Terima kasih untuk Ibu saya yang selalu 'memotivasi' dengan kalimat "Sana main bola biar tidak dikatai bencong!"
Pindah ke Jakarta, lapangan jadi susah. Tambah jarang deh main bola. Dulu pas SMP masih lumayan ada lapangan dekat sekolah. Pas SMA juga masih lah karena dulu di eskul Rohis tiap minggu main bola. Namanya Sepak Bola Ukhuwah, jadi kalau ngegolin kita takbir "Allahuakbar!". Eh pas kuliah, mainnya bolanya ya kali kapan-kapan. Pas kerja apalagi. Makanya tambah meletek. hahahaha.
Tapi tidak ada hubungannya ah. Makin tua hidup makin sibuk. Gengsi pun tambah menumpuk. Sekarang malu kalau main bolanya tidak jago, bisa tambah memperkuat stereotipe gay itu kelmar-klemer. Kalau pas masih kecil dulu mah hajar bleh, bodo amat kalau mainnya cebleh.
NB: Doakan saya ya!
Jujur saya baru menulis lagi blog ini karena saya baru menulis lagi blog ini karena saya baru menulis lagi blog ini karena saya...
Sudahlah, saya tidak tahu apa yang mau ditulis, jadi curhat ngalur ngidul saja.
Berapa bulan ini, banyak yang baru banyak yang terjadi.
365karakter, Q Film Festival, kostan baru, kenalan baru di twitter, gebetan yang selalu berganti setiap bulan dan selalu juga berakhir sama: gagal.
Tidak banyak yang berubah dari saya. Masih yang itu-itu saja.
Masalahnya juga masih yang itu-itu saja.
Bermimpi besar tapi tidak percaya diri besar.
Mari menggeser topik ke arah mimpi.
Saya bermimpi suatu saat nanti saya akan menulis beberapa buku, salah satunya tentang nenek saya yang akan saya beri juldul 'Siti Berlian'. Tidak perlu jadi best seller yang penting bisa naik cetak dulu.
Saya bermimpi suatu saat nanti saya bisa jadi scripwriter beberapa film, salah satunya tentang isu LGBT yang premiernya akan diputar di Q Film Festival.
Saya bermimpi suatu saat nanti saya bisa menang sebuah award iklan nanti, salah satunya adalah Daun Muda award. Salah satu obsesi terbesar dalam hidup.
Saya bermimpi suatu saat nanti saya punya usaha sendiri, salah satunya adalah usaha Soto yang saya namankan "Soto Banjar Ariyani". Nama ibu saya.
Meminjam istilah para orang-orang bersorban putih, saya ingin berdakwah melalui karya-karya saya.
Dakwah, bukan sesempit untuk jalan Islam, tapi untuk jalan kebaikan. Setidaknya untuk nilai-nilai kebaikan yang saya amini.
Tapi sudahlah saya meracau tentang semua ini.
Tapi memang saya iri dengan teman-teman yang sudah tampak sukses. Setidaknya tampak, entah beneran sukses atau malah apes.
Dan malam ini, di saat lembur di kantor, dengan masih mengutang kerjaan headline dan body copy, saya malah menulis blog ini.
Setidaknya 'dakwah' ini bisa dimulai di sini.
Entahlah.
Jancuk.
Sometimes, it's not easy to be who you are because of your sexuality. For me, sexuality is such a weird concept, it's a made up story that someone tells you when you are a kid & then they make you live it. If there's a million billion people, then there has to be a million billion sexualities.
The only thing I want to be is myself. If I'm as gay as they come, then so be it. There's nothing more beautiful than freedom.
I'm at a point where I don't want to hide it anymore. Especially since I'm entering into adulthood and I plan on being in intimate relationships. This may sound trivial, but I hate not being able to say a certain guy is hot in fear of a negative reaction.
I'm out to my friends but I'm still not completely comfortable around some people. Especially straight guys. I don't want them to feel like I have some stigma or something so I usually just act really chill around them. Some of them are douches anyway but I'd rather avoid the awkwardness.
My biggest issue is my family. I can't imagine their reaction at all. At times I think they would be supportive and other times I don't. The unknown factor is so scary. I want to come out but I don't know how at all or when would be the best time. It's even weirder cause I don't have any brothers or sisters.
And my family is a religious moslem family, esp my mother, the person I love the most. I'm afraid to face the most heartbreaking part: knowing that you're hurting your parents but knowing that you can't do anything to stop it....
It's been a very frustrating with my family as a result.
But at least, now I'm finally proud of myself, whatever I am :')
Kata Top dan Bottom secara harfiah diartikan sebagai atas dan bawah. Namun dalam dunia gay, kedua kata ini berarti sebuah role/peran dalam sebuah hubungan gay. Dalam dunia lesbian role ini disebut Butch dan Femme.
Top, diartikan sebagai para gay yang berperan ‘laki-laki’ atau pihak yang mengoperasikan penisnya. Stigma terhadap para gay yang rolenya Top adalah mereka berpenampilan lebih macho dan berperilaku lebih jantan. Sekali lagi, ini hanyalah stigma, tidak semua gay Top seperti itu.
Bottom simply merupakan kebalikan dari Top, yaitu para gay yang berperan sebagai ‘perempuan’, dan menyediakan lobang duburnya untuk ditusuk oleh penis para Top. Stigmanya lagi, para gay Bottom biasanya lebih berpenampilan feminin atau sassy.
Hal yang patut digaris bawahi bahwa tidak semua top anti terhadap penis. Saat melakukan hubungan seks, para Top juga dapat melakukan oral kepada pasangannya.
Dalam proses kehidupan para gay, role ini tidaklah saklek. Seorang Bottom dapat saja bertransformasi menjadi seorang Top, begitu pula sebaliknya. Tidak jelas sebenarnya darimana role Top dan Bottom ini berasal. Seseorang bisa saja berkeinginan menjadi Top namun ia belum tentu bisa menjadi Top.
Di antara Top atau Bottom, dikenal sebutan Versatile. Role ini diartikan sebagai seseorang yang dapat menjadi top, menjadi bottom ataupun menjadi kedua-duanya sekaligus dalam suatu waktu. Versatile sendiri dibagi lagi menjadi Versatile saja, Versatile Top untuk yang lebih cenderung memilih role Top namun dapat juga menjadi Bottom, dan sebaliknya Versatile Bottom.
Beberapa minggu lalu seorang teman gay saya bercerita bahwa ia sedang naksir seseorang, namun yang menjadi penghalang adalah bahwa mereka memiliki role yang sama.
Saya kemudian berpikir kembali, sebegitu besarnya kah role mempengaruhi sebuah hubungan percintaan pasangan homoseksual?
Secara bahasa, homoseksual berarti seseorang yang tertarik terhadap orang dari jenis kelamin yang sama. Saat sudah dideskripsikan sebagai ‘homo’, haruskah para gay meng-hetero-kan diri mereka lagi dengan role-role yang ada?
Pertanyaan ini mengantarkan saya pada cerita seorang kenalan, sebut saja R. Sudah beberapa tahun R menjalin hubungan dengan pasangannya. Mereka berdua sama-sama memiliki role bottom, walaupun begitu hubungan mereka dapat bertahan selama bertahun-tahun. Saat saya tanya tipsnya, jawabannya adalah mereka jarang melakukan anal seks.
Sex abstinence. Istilah ini melebarkan tulisan ini kepada stigma bahwa kaum gay sangat into sex. Penyebabnya? Mungkin karena hubungan ini terdiri dari dua orang laki yang katanya lebih memiliki nafsu, mungkin karena tidak ada kehamilan yang harus ditakuti. Mungkin juga karena kaum gay sudah dianggap melakukan dosa besar dengan menjadi gay, sehingga daripada tanggung, jadilah pendosa sekalian.
Tapi terlepas dari perilaku seks para gay, role seharusnya tidak membatasi. Role sendiri (menurut pendapat personal saya) bermula dari hasrat/nafsu. Para gay membatasi diri dengan nafsu mereka. Padahal, seperti argumen para aktivis LGBT, cinta bersifat universal. Kalau cinta bisa tumbuh bahkan di antara dua orang yang berjenis kelamin sama, cinta pun seharusnya bisa tumbuh di antara dua orang pecinta sesama jenis yang memiliki role sama.
*Selain untuk para teman-teman saya, opini ini saya tulis untuk dia. Kadang terlalu banyak persamaan itu memang membingungkan ya ;)
ternyata jaring-jaring cerita tidak pernah bosan
menunggu akhir sulaman penantian
soalnya yang di sini putus asa
dan juga mungkin yang di sana sudah biasa
apa yang terjadi?
ulat-ulat hati yang berbahagia
padahal kepompongnya nanti salah?
jujur saya mulai tersipu
sama kamu
jujur mungkin saya juga tertipu
ada kamu
seperti ketemu gunung siap didaki
tapi sudah ada penunggunya, laki-laki
ah
mister analogi
tapi
terima kasih
tapi
lihat saja nanti
tapi
plis jangan jadi laba-laba
mending jadi lobi-lobi
yang satu penuh perangkap siap cari mangsa
kalau yang satu lagi asam manis saya suka