fortunes always hiding, i've looked everywhere.
6 hari sudah, lewat 25 April 2013. Saya berubah. Saya berubah menjadi lebih kuat, lebih pantas, lebih menarik, lebih berilmu, lebih sehat, lebih sejahtera. Ya, itu doa saya.
20 years gone, but never forgotten. Bobby Moore OBE, first Englishmen who lifted World Cup trophy, West Ham United legend.
Hidup memang penuh misteri dan Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.
Ini memang sangat amat klise, tapi kalian harus percaya ini adalah kalimat yang bisa terlintas di kepala beribu kali setiap kamu menemukan jalan cerita yang tidak pernah kamu duga sebelumnya, atau mungkin kalian bantah.
Saya ingin memulai cerita ini dari situasi hampir satu tahun yang lalu, dimana tanpa diduga (atau bahkan sudah saya duga) saya mengalami fase pemulihan patah hati. Geli memang, but I got many experience, unforgettable feelings, and things that I still keep it. Saya suka mereka, beberapa dari mereka memang menarik, merubah hidup saya,bahkan lebih ke mencerahkan dan menguatkan. Dari mereka pula-lah saya belajar bahwa kemunafikan diri adalah hal yang paling merusak, ya, seperti mereka. Saya juga belajar, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Setulus apapun kamu memberi, terkadang cinta itu tidak perlu memberi apapun. Bahkan, cinta kadang hanya perlu memberi pengacuhan dan ketidakpedulian kepeda mereka hingga mereka menjadi cinta.
Finally, I found somebody who can change my life. Even this is too early to say it. Tetapi saya yakin, selama saya menjaga apa yang diberikan semesta untuk kita, semesta pula-lah yang akan menjaga kita dalam kebahagiaan.
Up your arse,
Up your arse,
Stick your blue flag up your arse,
Stamford bridge to Upton park,
Stick your blue flag up your arse!
Baru beberapa hari, setelah saya sakit selama 1 minggu lebih akibat asma dan flu yang menyerang tubuh saya, kini saya harus istirahat lagi. Badan panas. Kemarin yang paling tinggi 38’c. Maygat. Panas!
Penyebabnya? Saya bandel. Asli. Ngaku.
Kegiatan padat ditambah tiap wiken ada manggung (alhamdulillah) bikin kondisi nge-drop lagi. Consume lot of nicotine from cigarette and alcohol from beers makes my healthy being poor. Niatnya sih ” Alah, penyakit jangan dimanjain, lawan aja!” eh, taunya ngedrop. WTF.
Kemarin sempet setelah 2 hari panas melulu menjelang malam hari, saya dicurigai gejala tifus. Mampus.
Apalagi kemarin2 ada berita pemain bola asal Paraguay yang bermain di Klub PERSIS Solo, Diego Mendieta meninggal dunia akibat tifus. Makin parno aja. Mana kuliah belom beres. Mamaaa ampuun…
#RIPDiegoMendieta
Dan sekarang ini, tak ada yang bisa saya lakukan selain nyo’o hape dan browsing internet. Semoga besok saya dikuatkan untuk manggung, karena akan ada 2 panggung yang menanti saya yaitu acara di Kampus UPI. Entah apa nama acaranya saya lupa. Yang kedua adalah acara IM Telkom Fair, acara mahasiswa/wi perguruan tinggi swasta IM Telkom yang akan berlangsung di Gor C-Tra Arena. Oh ya, disana nanti ada Sheila on 7! FFS, they’re my inspiration to play and learn music since I was 10 years old.
Kita lihat, apakah saya berhasil berfoto dengan kembaran saya, Duta.
Watching football can be the most frustrating and emotional thing ever, but nothing can compare to the feeling of when your team scores. Feelings that cannot physically be explained.
GREEN DAY MARAH-MARAH PADA SAAT PANGGUNGNYA DI CUT
Inilah bagaimana marahnya bapak Billy Joe kepada bapak-bapak panitia di acara iHeartRadio. Greenday dipotong waktunya 10 menit lebih awal, ini terjadi karena si susu puting hitam Rihanna & Usher. “I’M NOT FUCKING JUSTIN BIEBER!!”. oh yeah setidaknya dari berubahnya nyeuri cangkeng para personil Green Day akhirnya kita bisa menikmati juga attitude punknya dimasa sekarang.
Akhir-akhir ini saya selalu membayangkan, betapa bahagianya nanti ketika saya menatap matamu, kemudian kita berdua tersenyum sambil mengusap perutmu yang sudah membesar. Saya tau persis, wanita yang sedang mengandung itu adalah wanita paling cantik sedunia. Suatu hari.
Inget! kamu itu bukan pencari ‘harta karun’ yang akhirnya kecewa ga nemuin harta ketika sudah berkeliling dunia dan menggali tanah disana-sini. Kamu itu hartanya, mereka yang harus beruntung dapetin kamu.
With @LocomotiveWagon at Djarum Coklat Extra Final Session, Lap. Tegallega Bandung(14/7/12)
identitas /iden·ti·tas/ /idéntitas/ n ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri: — pembunuh itu sudah diketahui polisi; beridentitas /ber·i·den·ti·tas/ v mempunyai identitas
Kamu adalah apa yang kamu tunjukkan kepada dunia luar!
Ya setidaknya begitulah yang terpikirkan oleh saya saat ini. Mungkin ini sudah pernah diungkapkan oleh oranglain sebelumnya, tapi saya disini ingin sedikit bercerita tentang pemahaman saya mengenai identitas.
Pernah ditanya sama polisi atau sejenis petugas apapun lah seperti ini: “Maaf mas/mbak, boleh lihat kartu identitasnya?” Nah, itu salahsatu cara seseorang mengenali siapa kita. Dengan cara melihat siapa nama kita, alamat kita dimana, pekerjaan apa, dll.
Terus?
Nah, ceritanya saya mulai terpikir ketika kemarin memasuki sebuah arena konser dimana saya juga disana tampil sebagai salahsatu pengisi acara. Saya disana masuk pakai Id card pengisi acara. Dikala orang-orang masuk antre, saya dengan mulusnya melengang ke dalam area dengan menggunakan Id Card tersebut. Tiba-tiba saya terpikir “Kenapa yang lain harus antre sedangkan saya tidak?” Ya, saya dapat jawabannya. Jawabannya adalah karena saya mempunya identitas jelas. Identitas bahwa saya adalah salahsatu pengisi acara disana, sedangkan yang lain tidak jelas untuk apa mereka masuk. Apakah benar mau menonton, atau mau merusuh, bahkan mencopet mungkin? Ya, itulah identitas.
Masuk kedalam area, saya melihat banyak anak muda yang menggunakan pakaian serba Inggris. Ya, kalian mungkin tau sendiri seperti apa. Mulai dari stelan Rudeboy seperti rambut botak, polo shirt/kemeja, bretel, dan tidak ketinggalan boots Dr. Martens-nya. Ada juga yang berdandan ala casual hooligans; jaket trainer, lengkap dengan sepatu adidasnya, adapula yang memakai topi bucket(orang sini menyebutnya topi pancing).
Pikiran saya terlintas “Buat apa mereka pake gituan ke gigs?” seketika saya mendapat jawabannya: Ya, mereka menunjukkan identitasnya!”. Identitas mereka sebagai ‘rudeboy’, ‘hooligan’, dll.
Jadi, penting? Ya. Sangat.
Kalian juga pasti punya identitas masing-masing. Mungkin kalian akan mengkernyitkan dahi ketika melihat mereka yang -menurut kita- kurang pas menggunakan pakaian atau ber-attitude seperti sesuatu, apapun itu (sebut saja alay). Namun jangan salahkan mereka, mereka hanya ingin menunjukkan identitas. Sama seperti kamu-kamu yang memakai atribut indian, atau peace yang sekarang lagi ‘hip’. Berarti identitas kalian adalah itu. Kalian menunjukkan dunia luar bahwa: “Saya adalah orang yang cinta damai, maka saya menggunakan simbol ‘Peace’ di tempat yang saya suka. Bisa di leher sebagai kalung, di baju sebagai gambar, atau dimanapun saya suka.” atau kalian yang memakai stelan casual misalnya, ataupun stelan mahal berkelas, semua sama. Tujuannya sama. Menunjukkan identitas.
Pindah ke attitude.
Apakah kalian punya teman yang berlagak seperti playboy?
Apakah kalian memiliki teman yang pemabuk?
Apakah kalian memiliki teman yang rajin beribadah, rajin, dan gemar menolong?
Itu adalah identitas. Ga percaya? Ini contohnya:
A: “Eh kenal sama si C gak?”
B: ” Oh, tau! Si C yang anak DKM? Yang rajin solat sama pinter itu kan?”
Itulah identitas si C sebagai orang yang rajin beribadah dan terkenal pintar di kelasnya. Jadi, sederhananya identitas dalah ciri khusus dari seseorang yang bisa oranglain kenali.
Intinya, identitas itu penting dan kalian adalah apa yang kalian tunjukkan kepada dunia luar.
Bagaimana dengan identitasmu?