nyaur kudu diukur, nyabda kudu di unggang
mungkin ini kegelisahaan gue aja, dimana gue sering melihat atau memang merasakan beberapa orang yang pernah deket dan masih berteman sama gue yang sebenernya gue gak mau memposisikan gue sebagai subjek yang mempunyai kewenangan menilai seseorang. gue gelisah ketika kadang kita berani-beraninya menilai seseorang hanya karena dia begitu, hanya kerana dia begini, misalnya… kita kadang selalu mempersoalkan dimana tempat kita dibesarkan atau dengan siapa kita bermain, berkumpul. ya memang ada pepatah lama ,” kita main sama tukang minyak wangi, ya ikut ketularan wangi”. tapi apa cukup cuma dengan ketularan wangi doang kita udah merasa lebih dibanding dengan orang lain, apa kita sudah cukup tau sebenernya tukang minyak wangi itu menggunakan racikan alkohol sepersekian persen yang di kepercayaan gue Alkohol itu justru diharamkan? , sori emang gambaran gue agak melenceng jauh. oke tapi gini, kita kadang ga pernah tau kan sebenernya, kalo kita bergaul dengan tukang besi ga cuma bau besi aja yang kita dapet. bahkan sejarah yang adiluhung pun mencatat beberapa Empu yang pandi besi itu tercatat di dalam sejarah secara abadi, ya abadi selama masih ada manusia yang tidak mempermasalahkan dimana kita berkaya, dengan media apa kita menuliskannya. gue rasa kita sebenernya ga punya kewenangan sih menilai sisi hidup orang lain haha ya mau gimana lagi, atau dunia ini lebih seneng sibuk saling menilai, hanya kerena follower dia lebih sedikit jadi kita bisa abuse di twitter? mengemukakan pendapat lalu di balas dengan kultwit 122 twit yang sebenernya berlebihan, dan di jadikan dagelan sebenernya oleh beberapa gelintir orang? baiklah kegelisahan gue ini semoga anak cucu gue kelak akan mempermasalahkan juga, mempermasalahkan kenapa gue gak nulis ini di secarik media yang lebih kompatibel untuk generasi mereka di masa depan, kenapa cuma di media digital abal-abal yang cuma bisa di akses internet. kenapa bukan di media yang lebih mumpuni dengan tingkat keabadian data di atas rata-rata.
back in the day. this kind sticker is so famous in the mids of 90’s around indonesia’s urban mob . we can find it in everywhere. Hidupku Dalam Tanganmu Tuhan = My Life in God Hands. just like… “vaya con dios”
re-create the cover art of the first album of Indonesian musicians named “TULUS” and replace it with my own face with the inscription These FULUS. which means money.
cover art for my latest mixtape but nsfw. so have patience to wait to upload, bad internet conection.
random draw with paint.
menangkap fenomenakue pelangi dede-dede sosial media.
emang jelek sih gambar gue, hahaha MASALAH?!
Ibu, maaf; aku belum bisa membalas ikhlasmu , aku belum bisa membuatmu bangga , aku belum bisa membuatmu bahagia … - @terimakasihIBU
sehabis isa, baru saja… sembari mengerjakan deadline tulisan. secara acak ku ambil handphone membuka twitter, acak saja ya random…
seorang teman meritwitt twitt ini…
TerimakasihIBU, untuk tidak pernah mengeluh sedikit pun dalam mengurus aku, anakmu - @terimakasihIBU.
entah perasaan apa, seperti sebuah air bah, air hangat menetes pelan di pelupuk mata, seperti hantaman lembut angin parang tritis, seperti tumpukan beban rindu yang tak kuat ku pangku, seperti tiba-tiba luruh hati… seperti tiba-tiba menjadi anak kecil yang merengek minta di belikan kembang gula, seperti tiba-tiba menjadi anak kecil yang merengek minta di belikan baju takwa…
rindu sekali … rindu sekali…
rindu senyuman nya… rindu sapaan penuh kesabaran di setiap subuh menjelang, rindu harum bunga di taman halaman dimana ibu selalu merawat bunga-bunga itu di pagi dan kembali di sore hari…
rindu sekali… rindu sekedar di usap kepala dalam sebuah obrolan ringan di ruang keluarga… rindu sekedar di tanya tentang cita-cita… rindu di tanya , esok kau mau makan dengan lauk apa, nak ?
rindu sekali… sehabis magrib, ibu dengan jenaka menguji ingatan tentang hafalan surah-surah pendek Al-quran atau bacaan sholat dan doa keseharian . rindu… aku rindu sekali…
ya Alloh… kadang aku jemu dengan dunia ini, sedikit letih, sedikit hampir terbaring dan memilih tengkurap…sering terpikir untuk memilih putar arah. tapi…
Terimakasih sudah memberi ku, kami, kita sebuah kelengkapan dalam keluarga penuh cinta, keluarga penuh rasa percaya, keluarga penuh mimpi dan kebahagian yang paripurna.
Ibu, sunyinya malam serasa memberi jalan panjang, agar aku tak lelah; mengejar impian…
“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
Yang kau sepelekan di jalan siapa tahu seseorang yang sangat dihormati keluarganya di rumah, dan berjuang untuk mereka. - candra malik -
jinja safari - sunken house
When you heard the call
Skip to. The chiminey
Run down, its all I feel
semakin terus berlari, kadang semakin jauh dari apa yang dicari.
pernah suatu waktu, gelap menjelang, magrib langit petang segera datang.
ibu dan ayah mencari ku, karena lupa waktu bermain di tetangga baru.
semua terasa jauh ketika waktu terus berlalu, kita semua lupa, kita semua beranjak menuju tua.
rambut ayah semakin putih, suaranya tetap tegas lelaki paling bijaksana dalam garis keturunan wibowo, sejauh yang aku tahu, ayah memang paling selalu di tunggu jika ada acara kumpul keluarga, setidaknya aku tahu itu dari pakde ku sendiri. entah mungkin karena ayahku murah senyum dan senang bergurau.
hari ini, lelaki paling bijaksana itu bertambah satu angka usia nya, aku masih belum saja bisa membawa pulang sebuah kebanggaan tiap kali masuk ke ruang tamu.
sungguh, semua kebaikan dan pelajaran hidup ini tiada apa-apa jika harus di tukar dengan lengkung senyumnya di pagi dan malam hari atau bahkan sepanjang hari, seumur hidupku.
ayah„, masih ingat? dulu sekali setiap hari sebelum kau beranjak pergi kerja…
di ruang tamu yang sama, dengan radio tua yang masih ada, setiap pagi…
siulan lucu dengan nada….
… Here comes the sun (doo doo doo doo)
Here comes the sun, and I say
It’s all right….
lalu pada hitungan ketiga aku, anakmu sudah ada di pelukan mu, kau mengikuti setiap nada… berguman di setiap lirik nya , tanpa kau sadari kehangatan dan keakraban itu jauh sekali meresap di hati seorang anak kecil yang belum tahu nada-nada . terekam dan tak pernah mati.
sungguh masih banyak sekali kebaikan yang ayah beri. hingga sekarang, hingga nanti entah hingga suatu ketika…
hari ini dari sepinya udara dingin di kota kembang, aku titipkan setaman doa, setaman ode kebahagiaan untuk ayah seorang.
selamat ulang tahun, ayah.
salam hormat selalu, ananda.
harist sandhy wibowo.
teruntuk cae.
kau yang terengah-terengah dalam desah di sudut ranjang. menikmati malam pertama di malam purnama.
semestamu kian lucu, pipi mu kian merah, bibirmu sudah coba kau hiasi gincu.
sepatu pun, sudah ada hak yang tingginya melebihi aku, jika kita berdua berdiri, sejajar.
semua berjalan dengan waktu yang seakan menguap. di udara.
| bestari, kini bibirmu wangi coklat, lembab dan lembut sekaligus.
kau tahu apa yang membuat lelaki sepertiku rela mati demi cinta mu?
camkan baik-baik, semua bukan karna cantikmu, tapi karena tidak ada perempuan yang bisa menghafal al-quran sebaik dan selancar engkau di massa waktu dunia sudah mulai lupa dimana tempat mengambil air wudhu itu.
semoga Allah melindungi hatimu, selalu meliputi dengan rasa malu. begitu pun aku, semoga Allah menghadiahi aku untuk selalu menjaga kemaluan ku. hingga tiba waktunya.