Graphic designer and illustrator currently majoring in Visual Communication Design at Institut Teknologi Bandung, Indonesia.
City Lights - Sebuah representasi yang menggambarkan kedewasaan, serta gambaran tentang pertumbuhan suatu kota berjalan seiringan dengan kedewasaan manusia yang tinggal di dalamnya.
A collaboration with Agnisa Wisesa and Tri Susanti for Natamorta: DKV ITB Exhibition.
Kelayakan TA sebentar lagi. Sidang akhir bisa dihitung jari (12 jari mungin kurang lebih). Deg-degan ga sih? Iya dong. Siklus makan dan tidur jadinya agak sedikit lumayan berantakan. Ya, agak sedikit lumayan berantakan. Beberapa hari terakhir makan cuma sekali sehari dan akhirnya pas buang air besar, perut tiba-tiba keram parah dan sangat sakit sampai-sampai ga bisa berdiri. Gw pun shock berat, kalau tiba-tiba tepar di kamar mandi terus dilarikan ke RS kan males juga. Tetapi dengan penuh kesabaran, rasa sakit perlahan menghilang, bisa kembali berdiri dan keluar kamar mandi lalu tewas di kasur beberapa jam.
Tidur juga jadi aneh, bangun pagi depan laptop sampai sore, itu pun belum tentu mulai ngerjain TA, paling internetan (yang tujuan awal buat nyari referensi terus bablas kemana-mana, selalu terulang). Karena lelah seharian internetan, akhirnya jam 8 atau 9 malam udah tidur. Brengsek ya, kapan ngerjain TA-nya? Tapi bangun kok jam 12 atau jam 1 malam. Ngerjain TA deh… buruk banget.
Kalau udah gini bawaannya inget lagu Daft Punk – Get Lucky yang liriknya “We’re up all night to get lucky”. Menggambarkan mahasiswa TA sekali; semalaman begadang untuk mengerjakan skripsi/TA agar ‘beruntung’ mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kebetulan nemu orang ngecover lagu ini.
Gw punya kebiasaan mencari-cari cover dari musisi favorit atau lagu yang lagi disenengin. Gw sering banget ngetik “radiohead cover, “big bang cover”, “lana del rey cover” dll di search bar youtube. Kalau masukin keyword Radiohead, biasanya yang dicover itu Creep, Paranoid Android, Karma Police, dan lagu-lagu ‘hits’ lainnya. Suka kok sama lagu-lagu itu, tapi pengen sih sekali-kali dengerin lagu Radiohead yang keren tapi kurang diperhatiin orang-orang. Biasanya sih gw lebih percaya sama view count videonya; semakin banyak yang nonton berarti semakin bagus kualitasnya. Nyatanya tidak selalu begitu!!! (heboh)
Gw nemu video cewek yang cuma dilihat 2000-an kali, tapi ternyata indah banget nyanyiannya. Umur dia baru 14 tahun, dan suaranya terkesan dewasa dan matang, semacam Lee Hi deh. Dia ngecover lagu-lagu Radiohead seperti Scatterbrain, Last Flowers, True Love Waits, dan lagu Radiohead lainnya. Dia juga ngecover Adele, Lana Del Rey, Coldplay, dll. Banyak yang ngecover Radiohead tapi biasanya ga bagus-bagus amat soalnya… Radiohead gitu lho (cie), Thom Yorke suaranya susah ditiru. Yang kerennya lagi, setiap instrumen di cover dia dibuat sama ayahnya sendiri. Ayah dan anak ngecover Radiohead… keluarga sakinah mawaddah warahmah gini.
Sekarang lagi agak stres dengan TA. TA? Apa itu? Itu Tugas Akhir. Buat apaan? Buat lulus kuliah lah. Alah. Yah gila deh.
Besok April dan itu berarti semakin dekat dengan kiamat sidang final TA. Kalau ga salah giliran sidangnya bakal dapat yang paling pertama dibandingkan prodi-prodi yang lain, melihat dari keadaan senior tahun lalu. Kira-kira akhir Mei mereka sudah sidang final. Allah karim. Progres gw apa sejauh ini? 0.7% karena laporan masih amburadul, belum nemu buku referensi, dan perizinan survei ke tempatnya bermasalah.
Gw pun akhirnya jadi sensitif sendiri. Dan sedihnya jadi terlampiaskan ke orangtua. Orangtua mempertanyakan kenapa progres gw begitu lambat? Udah mau bulan April tapi masih gini-gini aja? Otomatis gw kesel sendiri dan ngomongnya dengan nada tinggi dan melawan. Sesampainya di kosan, gw instrospeksi diri. Menyesal kenapa gw kayak gitu. Ya emang bener sih apa kata orangtua, tentang lambatnya gw dalam mengerjakan hal ini. Orangtua juga udah memberi dukungan penuh, gwnya malah nyebelin gini. Berterima kasih aja ga pernah, malah ngelawan. Malu sama diri sendiri.
Kebetulan tanggal ini mendekati tanggal gw akan datang bulan, entah bertingkah sensitif ini efek PMS atau bukan. Yang jelas… ga enak hati aja. Gw berharap di awal April ini, keadaan akan berjalan lancar untuk kebutuhan TA. Tujuan utama TA ini sih awalnya ya sekedar syarat lulus aja, tapi sekarang untuk membanggakan orangtua. Ga pengen kuliah 4 tahun ini sia-sia. Terima kasih kepada orangtua saya yang selalu memarahi dan memperingati.
Sogyumo Acacia Band adalah sebuah band duo indie Korea bergenre slowcore/folk. Ga sengaja nemu ini gara-gara lagi nonton video tentang model Korea di youtube, dan kebetulan videonya pakai lagu mereka. Pertama kali denger, kesannya galau-galau indah kayak lagunya The xx. Karena penasaran, jadi pengen download seluruh album mereka tapi susaaaah banget nyarinya. Kalau misalnya ada yang nemu, tolong kasih tau ya.
Perhatikanlah, di dalam kamar ini ada meja yang disediakan untuk belajar dan letaknya dekat dengan colokan kabel internet. Tetapi karena kasur lebih menggoda, jadinya kabel internet ditarik dengan paksa biar bisa mengerjakan tugas (yang 90% hanya internetan) dengan nyaman di atas kasur.
Mejanya sendiri isinya berantakan ga karuan, mulai dari gunting yang dililit meteran, kuas, obat maag, lotion (yang ga pernah dipakai), cermin, dan mainan putih debuan. Kenapa gw tiba-tiba ngepost random gini? Ini bermula dari pusing mau ngerjain TA kemudian iseng ngetes filter lensa, sampai berakhir ngefoto-foto kamar sendiri. Mudah sekali terdistraksi.
Tanggal 21-23 Februari 2013 yang lalu, pameran DKV ITB bernama Natamorta diadakan di Gedung PGN, Braga. Alhamdulillah lancar dan acaranya ramai. Ini pameran terakhir kami, DKV angkatan 2009, sebelum lanjut TA terus diwisuda. Pameran 3 angkatan, 2009, 2010, 2011, hebat-hebat karyanya. Terharu sendiri melihat teman-teman dengan karya-karya yang begitu kreatif, liar, dan besar. Bangga deh pokoknya jadi bagian dari kalian semua.
Gw sendiri buat 2 macam karya, yang pertama karya personal, satu lagi karya kolaborasi. Agak belum puas sama karya personal soalnya buru-buru bikinnya, tapi tetep bagus kok (frame kayunya). Judulnya Different Galaxies, diambil dari judul lagu Dumbfoundead, enak banget lho lagunya. Ilustrasi ini tentang ditinggalkan orang-orang yang kita sayangi, baik itu orangtua, anak, maupun kekasih. Mereka sesungguhnya tidak meninggalkan kita, mereka tetap abadi seperti rasi bintang yang ada di langit, mengawasi kita yang hidup di bumi.
Yang ini nih, karya kolaborasi sama Susan dari DKV dan Enay dari Seni Grafis. Kami bikin karya ini kurang lebih selama 3 hari, ditemani martabak kesempurnaan Bang Bewo, kami pun menjadi semangat. Judulnya City Lights, gambar di Photoshop terus diprint di acrylic. Kalau karya ini ceritanya merupakan sebuah representasi yang menggambarkan kedewasaan, serta gambaran tentang pertumbuhan suatu kota berjalan seiringan dengan kedewasaan manusia yang tinggal di dalamnya. Kesannya cool banget ga sih. Tapi kata-kata barusan konsep dari Enay kok.
Semoga bisa diberi kesempatan berkarya lagi di pameran-pameran di masa depan, amiin.
Kemarin malam gw nonton SBS Gayo Daejun 2012, semacam acara musik Korea buat menyambut akhir tahun/tahun baru. Banyak banget artis solo/boyband/girlband/band/rapper yang tampil, tapi yang gw suka kayaknya cuma 2-3 performance. Ada 1 panggung yang menarik perhatian gw, sebuah girlband bernama GLAM. Girlband ini beda dari yang lain karena penampilannya bukan imut-imut dengan lagu yang ceria-ceria generic, tapi lebih ke arah badass. Tapi yang bikin gw tertarik dan kaget, mereka tampil di panggung dengan proyektor yang menembakkan semacam karakter cewek anime rambut pirang joget-joget bareng personil GLAM. Gw ga pernah nyangka sih bakal liat live performance musik Korea ditambah karakter anime.
Setelah gw liat-liat, kok jadi keinget Hatsune Miku-nya Vocaloid ya. Terus kenapa GLAM kepikiran buat perform pake mbak-mbak anime ini? Gw baca-baca komen di youtube, katanya nama karakter ini SeeU. Dan ternyata SeeU ini adalah Vocaloid versi Korea alias Vocaloid pertama yang bisa nyanyi dalam bahasa Korea, bilingual malah (bisa bahasa Korea dan Jepang). Pas gw baca pengisi suara buat SeeU ini, namanya Dahee Kim, personil dari girlband GLAM…… pantesan.
Ada suatu hal yang berubah dalam tubuh gw. Suatu hal yang sangat penting, membutuhkan pemikiran yang betul-betul matang untuk melakukannya. Wajar sih, usia gw sudah mencapai 20 tahun.
Gigi geraham gw baru tumbuh tapi tumbuhnya aneh, tiduran dan masih terbenam gusi, dan gw ga menyadarinya selama ini. Sejak gw ompong di awal tahun ini, gw ga suka ngaca untuk memperhatikan seluk-beluk gigi gw. Sakit hati mengingat gw ompong sia-sia. Sakit gigi sih lebih tepatnya. Tapi mental gw juga terpukul. Dokter menenangkan kalau 90% orang mengalami keabnormalan dalam pertumbuhan gigi geraham di usia 20 tahun keatas. Yang bikin ga tenang, setelah itu dokter berkata kalau gigi gw harus dioperasi.
Aku kemringet.
Gw belum siap untuk menjalani masa keompongan lagi. Rasa sakit ketika gigi gw dicabut awal tahun ini pun terbayang lagi. Tapi waktu itu giginya dicabut aja, dibius lokal, dan gw melihat dokter serta asistennya berusaha mencabut gigi gw… sembari menonton TV. Gigi geraham yang ini kayaknya emang masuk kategori operasi kecil. Keluarga gw menyarankan agar gigi gw dioperasi setelah UAS berakhir… berarti setelah 7 Januari 2013. Bentar lagi dong. Gw berharap semoga gw dibius total aja sekalian, biar ga sadar selama gigi gw dicabut.
Terus gw baru inget kalau salah satu youtuber favorit gw, Kevjumba, pernah ngupload video tentang gigi geraham dia yang dicabut. Videonya simple dan super bodoh. Setelah menonton ini, gw berusaha memberanikan diri untuk dioperasi.
Btw, Kevjumba imutnya keterlaluan.
Akhir-akhir ini gw pusing sama lagu-lagu yang gw dengerin di iTunes sendiri. Kalau ga Big Bang ya… solo project-nya anggota Big Bang. Big Bang deui Big Bang deui. Gw pun berusaha keluar dari lubang hitam ini dengan mencari lagu-lagu lain di youtube. Setelah nyangkut di acara lawak Jepang tentang Power Rangers dan talk show Taiwan tentang push-up bra (jangan tanya kenapa gw bisa nonton hal-hal ini), akhirnya gw menemukan seorang DJ. Musiknya semacam Daft Punk dan Deadmau5, boleh juga sih. Videonya keren, segala-galanya terbuat dari keyboard. Sangat handcrafty tapi futuristik.
Namanya Boys Noize. Baru inget sih kalau gw pernah liat video ini dulu, tapi ga ngeh kalau namanya Boys Noize. Karena penasaran sama Boys Noize, gw sempet baca-baca dikit tentang dia di Wikipedia. Ternyata dia pernah kerjasama bareng Big Bang untuk lagu Feeling di album Still Alive…….. Ujung-ujungnya Big Bang lagi. Emang udah suratan takdir ya dengerin Big Bang. Padahal ya gw sering banget dengerin lagu Big Bang – Feeling, tapi ga pernah sadar kalau lagunya emang rada beda, electro-electro ajib gitu. Lalu gw mencari instrumentalnya dan emang… Boys Noize banget sih, sama sekali ga kekoreaan.
Mantan penyanyi cilik Tina Toon, yang dulunya gemuk dan berpipi besar, sudah menjelma menjadi seorang wanita bertubuh langsing. Emang udah agak lama sih sejak dia jadi langsing, tapi gw baru baca berita kalau dia “berpose seksi di majalah pria”.
Rasanya gw udah tua sekali, mengingat zaman berjalan begitu cepat, tau-tau Tina Toon udah kurus aja. Tapi yang bikin gw lebih kaget lagi, di berita tersebut disebutkan bahwa Tina Toon lahir 20 Agustus 1993. Sedangkan gw lahir tanggal 5 Agustus 1992. Gw dan Tina Toon cuma beda 1 tahun tapi Tina Toon udah bisa langsing dan nongol di majalah pria tahun 2012, kok gw ga bisa? Bukan maksud gw pengen jadi cover majalah pria juga sih, tapi lebih ke arah pengen kurusnya gitu.
Gw bakal kurus juga kok kayak gini asal mau berusaha, walaupun ga bakal nampil di cover FHM dan semacamnya… Tunggu aja ya, teman-teman.