Updates
-
@kopiholico beuh (҂'̀⌣'́)9
-
@kopiholico pisaaaan. Aku rencananya jalan pagi thok, sampe melipir ke bubur ayam. Dingin bikin laper #alibiajasik
-
Now this is Bandung I fell in love with. White damp fog and cold breeze. Good morning! http://t.co/amCkkdKZ
-
@GePamungkas dua akun itu nyamber melulu dari tadi, entah siapa.
-
@BabikBinal ya udah waktunya emang beb, bentaran lagi subuh.
-
Ududku enteeeek ududku enteeeeek ~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~ #terEnthon9
-
Oh udah resmi toh RT @AkuSukaMasak: NitaSellya nyoh http://t.co/qxXZE0AA
-
@setiawanyogy kuarepmu!
-
CUKUP! Gue masak cumi asin cabe ijo buat buka puasa ntar malem! #lahlapernyasekarang #piyedab
-
@flafea iyo'e. Piye iki :|
-
Buk, aku mbok dimasakne cumi asin cabe ijo.
-
@si_enthon9 @aralle loh aku nanya :'(
-
Beraninya posting foto makanan. Foto bareng pacar masing2 cobak <(˘̀^˘́҂)>
-
Aku kangen masak. Kosan ra dhuwe dapur (º̩̩́Дº̩̩̀)
-
@AkuSukaMasak duduknya pindah cobak
-
*blok @iwnjw*
-
Aku seicip dari setiap yang ibuk masak aja, kan banyak :')
-
Ini kalok disuruh twitpik foto bareng pacar, serame ini gak ya?
-
@si_enthon9 @aralle tapi porsi mangane kuli?
Updates
Posts
I am all about food. Good and affordable, if not cheap, food. Don’t we all?
I found out about this place about two years ago. By then I was not a regular customer. Just a passerby looking for a place to spend the night, or half end of the night. Not many place other than 24 hours fast food chains open during that time, when I stumbled upon this place.
However since last year, I’ve been a regular customer. Regular enough to make me fall asleep on their couch or spend times with friends for hours on.
The place is called Bober Cafe. Located on a very strategic corner on the far side of Jalan Riau (numbered 123, how cool is that). We’ve become quite acquainted since we held a Stand Up Night and open mic together with Stand Up Indo Bandung community (more on this on later post).
One of the good things about this place is that they open 24hrs round the clock (only closes for several hours on certain days like fasting month or Eid Fitr days. Well they did close for two days when the whole company went on a staff outing. Boo! *lol*).
The other good thing is their considerably affordable food and drinks. How affordable? Think about a small fish bowl half gallon size Giant Sweet Iced Tea or Giant Lemon Tea for nothing more than Rp 20k. And you can share it with at least 4 person. I’ve even tried 10 several times XD
While my friends’ favorite dishes are Chicken Curry and Beef Curry (for nothing more than Rp 22k), mine is their Giant French Fries. Theirs is the best french fries like…ever. Precise crunchiness, delicious, and come with a size 4 times larger than regular french fries other cafes offer, with the same price. Only Rp 22k.
Below are some pictures I took while i was there.
Oh did I also mention that they have 3 comfy tables with couches, 2 ‘lesehan’ tables, and free wifi round the clock? No? Well, they do.
Sometimes, that somebody you lovingly called ‘The one’ is just not worth fighting for. The one you should be fighting for is prolly the one right next to you, unseen. Waiting.
When we love someone, it is in our nature to expect them to love us back just as much. Well, we’d even settle for a little less. Every small thing they do, we’ll take it as a ‘sign’ that they prolly love us too. every smile, every touch, every laugh, every text.
We live in this illusion that tomorrow, or the day after that, or the days after that they will rush into our arms and say those words. Those words we need to hear so much. The reason we wake up and go to bed everyday & night. The patience of people in love’s simply amazing.
But how many of us can face it, that we may never hear it from that person? How many can say, “That’s it, I’m out.”?
There’s always that, “Maybe it’s not the time just yet. They’ll finally come to it and see me. Really see me.” What if they’ve already seen you? What if they’ve already notice you? Only it’s not the way you want them to. It’s the way they want it to.
You try, you cry, you fight, you do anything. But still, it’s not enough. You feel it’s not enough. It’s exhausting you, entirely. And that very person will still feel the way they want to feel about you. Because you can’t make them feel they way you want them to of you.
Your friends will tell you to call it quit. Some may quit, but you say “I can’t. They’re the love of my life. I can’t give up on them.”
Day by day, piece by piece you tear yourself apart. Knowing it, but not able to stop it. You can’t and you won’t. Some will survive, some don’t in this game called love. Only you can decide, which one you’ll end up being.
It’s just…. What’s not yours will never be yours.
I just bought my new toy! Canon G12. It’s been months since I eyed for this baby. Here are some of the results. Pardon the photos, am still practicing :D
Salah satu mimpi saya adalah bisa jalan-jalan ke bekas koloni Inggris yang heits banget itu, Hong Kong. Bolak-balik buka situs airlines cari penerbangan murah, harga tiket pp masih tetap JAUH di atas bajet. Mimpi aja lu ndro.
Sampai suatu hari: MAKJEGAGIK! Ada ajakan dari XL Axiata buat ikutan #XLaluHore ke Hong Kong plus Shenzhen. MAMAAAAAK! Gak pake mikir, langsung saya respon: IKOOOT!
Jadilah saya, dan 31 orang lainnya (media, perwakilan XL Axiata, dan para blogger/tuips) berangkat tanggal 18 April malam. MAMAAAAAK, NAEK GARUDA INDONESIA! Sebelum berangkat sudah dibekali pulsa yang dikirim para alien berjumlah asoy geboy bener. Misi utama: Mari kita tes sinyalnya XL di HK dan Shenzhen sana. Okesip.
5 jam perjalanan, dan….tadaa.. HONG KONG! Buru-buru nyalain hape, pengen tau kayak gimana sinyal XL Axiata kalo di Hong Kong. Dan ternyata…..beuh…. di BB cuma dapet GPRS, tapi maknyoss speednya. Lebih asolole daripada di negeri sendiri :))) Apa kabar yang dapet 3G cobak.
Nyampe Hong Kong gak pake istirahat, langsung digiring ke bus buat ke Shenzhen, rencananya mau mengunjungi Huawei yang mana adalah perusahaan terbesar di sana. Sumpe itu areanya gede banget, kayak kota dalam kota. Di sana dapet perlakuan VIP dong. Yang biasa jadi rakyat jelata, di sana jadi tamu agung doooong. Ahohoy!
Berhubung di sana gak bisa pakek kartu XL Axiata, jadi masing2 dikasihin kartu lokal, China Telecom. Yang mana ternyata gak bisa dipake ngetweet T_____T Sebagai tuips, saya merasa gagal ( ._.) Tapi setidaknya bisa heboh sms dan telpon ke Indonesia, unlimited. Asli gak abis-abis itu pulsanya :))
DI Shenzhen hanya semalam, pagi-pagi sudah kembali ke Hong Kong. Dan akhirnya… bisa twitteran \(^o^)/
Di Hong Kong di kasih tahu bahwa kalau ke beberapa negara tertentu, kita akan dapet gratis BB roaming selama 3 hari pertama (salah satunya di Hong Kong). Langsung ngecek pulsa dong. Astajim, kirain udah berkurang jauh karena BBan melulu, ternyata….utuh sodara-sodara! Bayangin. Utuh! Saya sebagai tim fakir pulsa, langsung bahagia gitu. Uyeah.
Waktu jalan-jalan keliling Asia Tenggara awal tahun 2011, saya pake operator lain. Di tiap negara, saya terpaksa beli kartu SIM lokal. Karena kalo pake kartu operator itu, adodoe mahalnya roaming BB, telpon, dan sms.
XL Axiata ngasih tau bahwa kalau pergi ke beberapa negara, nelpon ke dan nerima telpon dari Indonesia pake kartu XL cuma Rp 3.500/menit. Yumari kita bandingin sama yang belasan dan puluhan ribu per menitnya -_____-
Smsan juga ternyata harganya sama, Rp 3.500/sms. Dan kalo kita nerima sms: GRATIS. Ahey! Walhasil selama di perjalanan, saya berkali-kali smsan sama partner, dan nyengir asoy tiap ngecek pulsa yang berkurangnya dikit.
Nih daftar negara-negara yang bisa kamu kunjungi tanpa perlu ganti SIM card XL Axiata kamu, dan bisa nikmatin free BB Roaming dan flat rate Rp 3.500 tadi.
Selama di Hong Kong, kami jalan-jalan ke Madame Tussauds, naik Victoria Tram (menuju Victoria Peak dengan kemiringan asoy 27 derajat), dan tentu sajaaa…. DISNEY LAND!
Total dari tanggal 19 - 21 April geng XLaluHore muter-muter Hong Kong + Shenzhen. Gak ada keluhan sama sekali soal jaringan selama di Hong Kong. Lah piye, wong lebih cepet di sana kebanding di Indonesia :D
Audio
Posts
I don't know who you are. I don't know where you are. But I know you're there. I know we'll meet. Just bear with me. I'm still finding my way to you...
Why goodbye?
So many other words we can say. So why goodbye?
Because everything comes to and end. Saying goodbye is prolly the one of the hardest thing to do. But sometimes it is necessary.
So, goodbye yesterday... Lead me forward, tomorrow..
Kenapa sih lo suka ama dia?
Kenapa lo pilih dia?
Kenapa lo cinta mati ama dia?
Pertanyaan umum banget. Sama umumnya dengan pertanyaan kapan nikah kapan punya anak kapan nambah anak.
Pertanyaan umum, jawabannya nggak. Buat gue gak ada jawaban yang pasti kalau ditanya apa yang bikin gue klik sama seseorang. Bisa banyak. Bisa gak ada.
Bisa karena dia pinter, dia lucu, dia cakep (note: gue jarang naksir yang cakep. Buat gue yang cakep itu cuma enak diliat, seringnya gak enak buat dinikmati #apeeeeu), dia blablabla.
Tapi kadang gue cuma bisa bilang, entah. Gue gak tau kenapa gue suka. Aneh gak sih? Iya ya? Okay am a confirmed freak kalo gitu :)) Kalo kata temen gue, yang kayak gini biasanya peletan bhahahak. Gue gak ngerasa pernah dipelet atau melet, jadi gak ngerti kayak gimana efeknya #ketokmejatigakali.
Ini postingan tanpa arti sih XD sekali lagi postingan dalam rangka free writing. Tapi sikonnya emang lagi mellow aja.
Hey kamu, apa kabar? :)
Jadi nih gue begadang nih.
Bukan hal baru sih. Seinget gue porsi begadang selama jadi freelancer ini sumpeh banyak bener. Dua tahun jadi freelancer, kayaknya jam tidur normal itu gak ada sepersepuluhnya acan.
Ngapain cyin begadang? Mancing ikan. YA MENURUT LO? Kerja gilak. Entah kenapa gue cuma bisa kerja kalo malem. Bukan masalah sepi. Siang mah kosan gue juga sepi. Secara pada melek malem semua. Ada hormon atau apalah gitu yang gak bisa gue jelasin yang bikin otak gue nyelang setengah mati kalo malem.
Subuh datang, gue ilang. Iye tidur.
Rekor paling lama gak tidur itu sejauh ini alhamdulillah baru 3 hari. Masih jadi freelancer cemen gitu lah gue. Ada temen gue yang gak tidur seminggu, pas proyek selesai, dia tidur dua hari gak pake bangun.
Ini juga postingan hasil begadang. Gak penting? Ya iyalah, dari awal emang gue bilang penting?
Untungnya gue tinggal di kosan yang gak normal, jam tidurnya. Ini anak-anak penghuninya semua freelancer, kecuali satu orang anak baru entah kerja apa, kayaknya sih kantor normal pada umumnya. Jam segini masih bisa menclok ke kamar mereka buat minta mie, rokok, atau sekedar ngobrol.
Untung juga punya beberapa temen yang tinggal buzz di YM langsung nongol. Lumejen buat temen ngobrol saat gue udah mulai butek kerja.
Anyway, tidur? Apaan tuh. Gue tar subuh udah berangkat ke Jakarta bok. Awal bulan baru balik ke Bandung. Itu juga kalo gue kuat. Yang udah2 mah, paginya berangkat, tengah malem udah ngejogrok di kosan lagi. Something about this city... :)
Hello blog...
Terakhir posting itu.... entahlah males liat arsip XD
Anyway, things been going on in my life. Many. Things I can't even believe will ever happen to me. Mau nulis apa? Bingung. Ini sebenernya bagian dari free writing aja. Semua yang ada dipikiran ditumpahin dalam waktu tertentu, let say...lima menit deh. Semoga gak kelamaan.
I'm in pain. Bittersweet pain. But hey, who isn't? Gak berniat membuatnya terdengar seperti gue yang paling menderita sedunia, oh come on. Menderita sih iya, sedunia ya gak juga.
Orang ribut mengeluh gak ada yang dengerin mereka. Hey, have you ever look to your side, people? Someone might actually there. Listening to your scream. Feeling your every pain. Tapi kadang, justru kita yang gak liat mereka. Atau menolak untuk liat mereka.
No, am not talking about ghost, spirit, angel, and the likes. I'm talking about real people. Bisa disentuh, dilihat, diajak ngobrol, diajak tertawa, dan mungkin diam-diam menangis bareng.
The point is, kadang kita menolak untuk menerima kenyataan bahwa, hey orang itu ada loh. Kenapa? Mungkin karena mereka bukan yang kita inginkan untuk ada di sisi kita. As simple as that, because we don't want them.
Sheeesh, ever heard "What you need isn't always what you want"?
Gak, ini bukan sindiran, lebih ke jitakan buat diri saya sendiri. Look around, people. Not that far around. Just turn to your left, right, or back. You'll see. You'll find them. And you can actually give them some of your pain, because they'll gladly share it with you. And for you.
Buat yang ngerasa pernah komplen bahwa gak ada yang dengerin isi hatinya. Don't you know, I'm there. Silently standing right next to you. Not even caring if you see me or not.
Aduh beneran saya mesti punya kamera nih ya, gak pernah ada foto hasil masakannya dong T___T
Anyway, koprek2 dapur, hari ini gak banyak sisa bahan masakan yang bisa diolah. Akhirnya make do aja dengan yang ada, kayak kemarin XD
Bahan:
- 5 buah kentang ukuran sedang, kupas, potong dadu, cuci, goreng hingga sedikit kecoklatan
- 5 butir bawang merah, 3 butir bawang putih, cabe rawit sesukanya. Semua diiris halus
- 2 buah cabe merah dicuci, belah bagian tengah, buang bijinya, iris menyerong tipis tipis
- 7 lembar daun jeruk dicuci, iris tipis tipis
- Kornet
- Penyedap
- Garam
- Gula
- Margarin
- Minyak goreng
- Sedikit air
Cara mengolah
- Panaskan minyak goreng dan margarin
- Tumis bawang merah+putih dan cabe rawit hingga matang dan harum
- Masukkan cabe merah dan daun jeruk, tumis hingga setengah layu
- Masukkan kornet, aduk.
- Masukkan kentang, aduk.
- Masukkan penyedap, gula, garam sesuai selera
- Tuang seperempat gelas air (bisa ditambah bila dirasa kurang)
- Aduk rata.
- Setelah air mengering, matikan api, angkat.
- Hidangkan.
Selesai :D
Rada bingung mau masak apa. Yang ada di dapur keliatannya gak nyambung begitu bahan-bahannya. Masih ada beberapa butir kentang, sebuah terong, dan dua telor asin sisa masakan rawon kemarin. Laluuu.... saya beride bikin masakan paling gampang sedunia. Tumis. Idenya sih dari liat tumis tempe di sebuah situs, apa daya tempenya abis.
Bahan:
- 2 butir telur asin masir. Belah empat dengan hati-hati. Usahakan bagian kuning tetap utuh.
- 1 buah terong, iris dadu, goreng hingga kecoklatan
- 3 buah kentang, iris dadu, goreng hingga kecoklatan
- 5 butir bawang merah, iris halus
- 3 butir bawang putih, iris halus
- Cabe rawit sesuai selera, iris halus
- 2 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris menyerong
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 lembar daun sereh
- 1 butir tomat ukuran kecil, belah 4
- Penyedap
- Garam
- Gula
- Air sedikit
- Minyak goreng
- Margarin
Cara mengolah
- Panaskan minyak goreng dan margarin
- Tumis bawang merah+putih dan cabe rawit hingga harum
- Masukkan tomat, lengkuas dan sereh. Aduk hingga tomat layu.
- Masukkan kentang, jeda sebentar masukkan terong. Aduk.
- Tuang sedikit air (sekitar seperempat gelas), masukkan penyedap, gula, garam sesuai selera.
- Aduk hingga air tinggal sedikit.
- Masukkan telur asin, aduk pelan-pelan sampai bumbu menyelimuti telur.
- Diamkan sejenak di api kecil.
- Angkat.
Udah lama banget pengen bikin rawon, tapi kok ya gak pernah kesampaian. Tapi hari ini akhirnya jadi juga ngerawon :D
Tadinya mau bikin pakai bumbu instan, tapi kok kayaknya kurang puas gitu kalau menghidangkan makanan pakai bumbu instan. Jadilah siang-siang belanja bahan ke supermarket terdekat.
Bahan:
- Seperempat kilo daging sapi. Saya gak tau bagian mananya, cuma nanya ke penjual daging yang mana yang buat dibikin rawon, dia tunjukin, potong kecil-kecil. Selesai.
- Toge pendek segenggam
- 4 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- Serai dimemarkan
- Lengkuas dimemarkan
- Garam, penyedap, gula, merica sesukanya
- Air
- Minyak goreng dan margarin
Bumbu yang dihaluskan:
- 5 buah kluwak. Saya gak tau cara milih kluwak yang bener gimana, kayaknya sih yang gede-gede ya. Soalnya yang kecil2 yang saya pilih, dalemnya kalo gak kopong ya kering. Jadinya yang kepake cuma 3 kluwak.
- 3 butir kemiri
- 5 butir bawang merah
- 3 butir bawang putih
- 2 buah cabe merah buang biji.
- Panaskan minyak goreng dan margarin.
- Tumis bumbu halus hingga matang. Saya numisnya sampai kluwak terlihat makin hitam dan sedikit mengering. Sampe takut gosong masaknya XD
- Tuang bumbu halus yang sudah ditumis itu ke dalam panci berisi air, sekalian minyak-minyaknya.
- Didihkan air, masukkan daun jeruk, daun salam, sereh, lengkuas, garam, gula, penyedap, merica.
- Masukkan daging. Tutup panci. Rebus hingga daging empuk empuk dengan api sedang. Saya rebus dagingnya sekitar satu jam sambil nambahin air sedikit-sedikit tiap airnya mulai berkurang.
- Sambil ngerebus sambil diicip masih enak atau nggak rasa kuahnya.
- Setelah daging empuk, hidangkan bersama toge, telor asin, dan kerupuk udang.
Dan sejak mengenal konsep backpacking itu, sumpah impian saya simpel aja kok. Belum mau ke Eropa, Amerika, apalagi Afrika. Cukup negara-negara tetangga aja (untuk awalnya).
Anyway, perjalanan ke luar negeri sendiri baru pertama kalinya saya lakukan tahun 2008, itu pun deket-deket aja, ke Singapura dan Kuala Lumpur. Itung-itung memberikan kado ulang tahun buat diri saya sendiri, naik ke menara Petronas tepat di hari ulang tahun saya.
Kemudian bulan Oktober lalu saya melakukan perjalanan darat (dan selat) ke Bali, pulang pergi. Naik kereta dan ferry. Alasan pertama, anggaran saya terbatas. Kedua, sejak bolak balik naik kereta api -Jakarta-Bandung-Jakarta, saya jadi suka aja gitu naik kereta. Banyak pemandangan, bisa tidur, bisa ngerokok (walaupun harus berdiri di ujung gerbong, depan toilet).
Dan awal bulan November kemarin saya mendapat kejutan. Ternyata saya bisa jalan-jalan lagi. Dan kali ini, buat saya, gak main-main. Asia Tenggara. Uhuy! Norak ya? Bodo ah, namanya juga baru pertama kali :D
Booking tiket pesawat Bandung-Kuala Lumpur-Bandung untuk perjalanan yang akan dimulai 3 Januari 2011 dan berakhir 31 Januari 2011 di maskapai Air Asia. Terus terang sampai sejauh ini maskapai ini pilihan utama saya bila harus bepergian naik pesawat. Pertama, murah. Kedua, booking tiketnya gampang.
Kemudian saya berburu mata uang. Sesuai dengan nasihat sahabat saya, saya membeli setengah dari anggaran saya dalam bentuk USD dan THB bulan lalu, dan setengahnya bulan ini. Menurut beliau, jadi kalau kursnya naik atau turun, nyeselnya cuma setengah. Eh iya bener sih :D
Tiket dan anggaran beres, saya mulai mencari peluang untuk penginapan yang (mungkin) bisa tanpa keluar biaya. Solusi saya sejak dulu cuma satu, mampir ke CouchSurfing. Rikues sana-rikues sini, per hari ini sudah dapat 4 konfirmasi dari 2 negara berbeda yang mengijinkan saya numpang tidur di tempat mereka. Kewl, ain't it ^_^
Selama perjalanan, rencana saya adalah menempuh perjalanan darat. yang artinya saya menyebrang antar negara dengan kereta api, bis, atau jalan kaki. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Hat Yai, Thailand sudah mendapat email konfirmasi pemesanan tiket kereta apinya, tinggal diambil begitu nanti saya tiba di Sentral Kuala Lumpur, stasiun kereta utama.
Nah sekarang tinggal bikin agenda detil ke mana saja saya akan bertandang (untuk negara-negaranya sudah fix Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Malaysia).
Tulisan berikutnya saya akan berbagi apa saja persiapan saya secara detil ya :)
Gambar diambil dari sini.
Saya suka banget bubur itu. Dulu nenek saya sering bikin dan saya sering ngejilatin bubur yang nempel di daun pandan yang dijadikan pengharum bubur.
Sayangnya si bubur enak ini mulai susah untuk ditemui, atau memang saya aja sih yang gak niat-niat amat nyarinya. Sampai kemarin siang saya liat tukang bubur sumsum di gang. Kalap dong ah :)) Enak! Entah karena enak beneran, atau karena saya udah lama gak makan dan kebetulan saat itu lagi pengen banget.
Kemudian saya iseng main-main ke sahabat dekat saya, namanya Google, nanyain ke dia gimana sih caranya bikin bubur sumsum? Sebagai sahabat yang nyaris maha tahu, G menunjukkan ke saya satu link video di youtube. Yaoliii, gampang ternyata bikin bubur sumsum itu. Maklum saya cuma tau makannya aja.
Buat yang males buka youtube, ini ada resepnya:
Resep Bahan Bubur Sumsum :
- 100 gram tepung beras
- 1/2 sendok teh garam
- 650 ml santan dari 1 butir kelapa
- 3 lembar daun pandan, sobek-sobek, buat simpul
- 200 gram gula merah, diiris halus
- 2 lembar daun pandan, buat simpul
- 100 ml air
- Sirop gula merah/kinca : campur semua bahan sirop, rebus hingga kental, saring. Sisihkan.
- Campur tepung dan garam dengan sebagian santan.
- Dengan api sedang dan diaduk-aduk, didihkan sisa santan dengan daun pandan. Tuangkan cairan tepung, aduk sampai kental dan matang.
- Hidangkan dengan sirop gula merah secukupnya.
Nah, gampang kan ternyata? Andaikan di sini ada dapur lengkap, saya bikin deh sekarang.
Resep dan gambar saya ambil dari sini
Yang tidak biasa adalah drama yang terjadi pagi ini di rumah tetangga saya.
"Siah mah tega ku aing!" adalah salah satu kalimat yang saya tangkap jelas, sisanya buyar. pertama karena diucapkan secara cepat (merepet, kalau saya sering bilang) dan berbahasa sunda (yang mana bahasa sunda saya masih setingkat di bawah pemula).
Saya menoleh ke sumber suara, seorang ibu berdaster biru dengan muka merah sedang berdiri di balkon lantai dua rumahnya dan menatap ke bawah. Saya ikuti arah tatapannya, ternyata ditujukan ke seorang bapak yang sedang menemani seorang anak yang baru bisa belajar jalan. Eh anaknya lucu loh #inipenting #katasaya
Keliatannya mereka suami istri, dan saya tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang sedang mereka pertengkarkan. Sementara sang istri merepet marah-marah, sang suami hanya diam. Saya sendiri memutuskan kembali ke dalam setelah mendapatkan sarapan saya.
Saya tidak mau membahas pertengkaran suami istri, bukan urusan saya. Kenal aja nggak. Saya sedang berpikir soal pelampiasan amarah.
Saya sendiri tipe yang labil emosinya. Dua menit marah, dua menit berikutnya sudah bisa bercanda lagi. Tapi sekalinya marah, saya gak bisa kontrol mulut dan muka. Keliatan banget dari muka saya kalau saya lagi sebel, dan otomatis kadang mencelos kalimat-kalimat yang tidak semestinya terlontar. Kalimat-kalimat yang kelak kemungkinan besar akan membuat saya menyesal mengucapkannya.
Lebih buruk lagi, saya perusak dalam keadaan marah.
Saya bisa banting barang. Apa aja yang bisa dibanting (selain laptop dan monitor ya, marah juga pake perhitungan haha). Seringnya pintu atau buku.
Dan saya bisa menyakiti. Beberapa kali saya marah dengan menampar, memukul, mendorong. Dan parahnya, itu saya lakukan pada orang-orang yang saya cintai :( Dan labilnya, segera setelah saya melakukan hal-hal itu, saya sendiri akan panik dan menangis karena menyesal, dan berkali-kali minta maaf.
Melihat drama pagi ini, saya seperti diperlihatkan, itulah saya dalam keadaan amarah. Betapa buruk rupa saya. Betapa mengerikan kata-kata saya. Dan betapa menyakiti apa yang saya lakukan.
*sigh*
Kalau begitu Natal ini saya hanya ingin memohon satu hal.... kekuatan untuk menjaga dan mengendalikan amarah saya.
gambar saya ambil dari sini
Ada yang mesen minta dibikinin puding roti buat cemilan pulang sekolah. Baiklah. Yuk.
Bahan:
- Telur 3 butir
- Gula pasir halus 5 sdk
- Roti tawar (gue pake yang coklat yang ada choco chipsnya)
- Mentega
- Susu cair yang kotak 200ml (kecil lah pokoknya)
- Kismis
- Keju parut (gue pakai yang quick melt)
- Vanilla (gue lupa pake ini tadi)
Cara bikin:
- Kocok telur dan gula pasir sampai merata dan larut gulanya.
- Sobek sobek roti tawarnya sambi diaduk-aduk dan dihaluskan ke dalam kocokan telur.
- Masukkan kismis, keju parut, (vanila), aduk sampai tercampur rata
- Tuang susu sedikit-sedikit sampai habis sambil adonan diaduk merata
- Mulai panaskan kukusan atau oven. Gue sih pakai kukusan.
- Panaskan sesendok makan mentega, tuang sedikit-sedikit ke adonan sambil diaduk rata.
- Oleskan mentega ke loyang/mangkok pyrex.
- Tuang adonan ke loyang/mangkok.
- Letakkan di dalam kukusan/oven.
- Tunggu hingga matang dan mendingin. Angkat.
- Gue kukus selama 40an menit, gak tau juga kalau oven mesti berapa lama sih.
Ketika Mariana menoleh ke arah lapangan parkir, dia melihat sesosok bayangan menghampirinya.Tidak ada waktu untuk berpikir, hanya waktu untuk berlari. Tetapi kakinya membatu. Tidak satu otot pun menuruti teriakan hatinya untuk bekerja. Bayangan itu semakin mendekat. Mariana merasakan pori pori tubuhnya membesar, dan keringat merembes keluar. Keringat yang membuatnya merasa kedinginan. Dia bisa mendengar jantungnya berdegup.
Bum. Bum. Bum. Seiring dengan langkah bayangan itu.
Bum. Bum. Bum. Seiring dengan suara pukulan pemukul kasti yang dibawa bayangan itu ke setiap benda yang ditemuinya.
Mariana merasakan dadanya sakit, sakit sekali. Jantungnya meronta hendak meloncat keluar, melarikan diri dari kecemasan dan ketakutan yang menderanya. Bayangan itu semakin mendekat.
Dan kemudian berhenti.
Hanya sekitar lima meter dari tempat Mariana berdiri, bayangan itu berhenti. Mariana berusaha memejamkan mata, menolak untuk melihat kematiannya sendiri. Tapi bahkan kelopak matanya menolak untuk bekerja sama. Setetes keringat bergulr memasuki bola mata kirinya. Pedih, tapi kebekuannya menolak untuk bertindak.
Bayangan itu melangkah maju dua langkah. Empat meter lagi. Di temaramnya lapangan parkir, Mariana bisa melihat, bahwa dia tidak bisa melihat apapun dari sosok itu. Hanya sebentuk gumpalan hitam pekat berbentuk siluet manusia, Membawa sebuah pemukul kasti yang menitikkan sesuatu yang berbentuk cairan dan pekat ke aspal.
oh dan tentu saja ini versi yang sudah diedit. aslinya mah typo di mana mana. semenit bok, kejer setoran :D
I once said, you can only feel what you allow your heart to feel. So now I'm allowing my heart to grieve, to drown in self pity. How I envy some people, who are able to move on, and leave others to pick up the shattered pieces.
Hey, you see. Heart can be mended. It can be glued back. But the cracks remain as a painful reminder.
Yes, I'm forever cracked. Thank you.
image from here
Gegara Henceh, sekarang ngeliat barang bekas bawaannya kok ya sayang kalau mau dibuang >.<
Jadilah ini berdua. Ada kaleng bekas beli Liang Tea, pas mau dibuang jadi inget pernah liat di situsnya Tobucil tentang cara bikin asbak dari kaleng bekas, dan kebeneran pas gak punya asbak di kamar.
Yang paling bawah itu, niat hati belajar bikin buku catatan. Bahan-bahannya: kardus bekas bungkus sambel udang Bu Rudy, kain flanel, rajutan gak jelas yang tadinya entah mau dibikin apa, double tape, dan sepuluh lembar kertas folio bergaris. Tebelan sampulnya kebanding isinya ya :D
Anda hanya berhalusinasi.
*siyulsiyul*
Waktu di mobilnya ceu Shasya abis balik dari mamam sate di QWords minggu lalu, denger lagu ini. Keren liriknya dan lagunya juga asik. Rada ngingetin gue sama gayanya Sheryl Crow.
Semalam I call you, you tak answer
You kata you keluar pergi dinner
You kata you keluar dengan kawan you
but when i call Tommy he said it wasnt true..
So I drove my car pergi Damansara
Tommy kata maybe you tengok bola
Tapi bila i sampai you, you tak ada
Lagilah I jadi gila
So i call then call sampai you answer..
You kata sorry sayang tadi tak dengar..
My phone was sound vilent I was at the gym..
tapi latar belakang suara perempuan lain..
Sudahlah sayang
I dont believe you
And i know ur words were never true..
Why am I with you I pun tak tau..
No wonder la my friends pun tak suke you..
So i guess thats the end of our story..
Akhir kata she accepted his apology
Tapi last last kita dapat tahu
she was cheating too..
With her ex-boyfriend's bestfriend
Something has changed within me
Something is not the same
I'm through with playing by the rules
Of someone else's game
Too late for second-guessing
Too late to go back to sleep
It's time to trust my instincts
Close my eyes: and leap!
It's time to try
Defying gravity
I think I'll try
Defying gravity
Kiss me goodbye
I am defying gravity
And you wont bring me down!
Profile
Experience
- 2006 - PresentFreelance Translator/Writer / Freelance
Education
Reading
Read
To Read
Latest checkin
-
@Warung Ngebul (Jalan Ir. H. Juanda no. 230)7 days ago in Bandung, Jawa Barat
Badges
Checkin history
-
@Warung Ngebul (Jalan Ir. H. Juanda no. 230)7 days ago
-
@Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) (Jalan HR Rasuna Said Kav. C22)8 days ago
-
@Seven Eleven Pasar Festival (Pasar Festival)8 days ago
-
@Texas Fried Chicken Pasteur (Jl. Dr. Djundjunan)8 days ago
-
@Pasteur Hyper Point (Jl. Dr Djunjunan No. 126-128)9 days ago
-
@Pacific Place Mall (One Pacific Place, SCBD)9 days ago
-
@Lapangan Gasibu (Jl. Diponegoro)11 days ago
-
@blitzmegaplex (Paris Van Java (PVJ))11 days ago
-
@Kedai Susu Murni (Padjajaran)11 days ago
-
@Bober Cafe (Jalan Laksamana Laut R.E. Martadinata No. 123)12 days ago
-
@New Bale Xtrans (jl. cihampelas)12 days ago
-
@X-Trans (Hotel Kartika Chandra)12 days ago
-
@Asia Restaurant @Ritz carlton (Mega Kuningan)13 days ago
Freelance translator, bestselling author wannabe, LA Light Menthol lover, insists that smoking is lung therapy, Earl Grey Tea addict, internet victim.