Keep calm and unleash your imagination. Sincerely, Chocochino ^^
I am going to move my blog into deviantArt.
No, I would only publish stories,not arts. You know, drawing and other visual aesthetics were my weakness. What makes me interested in dA is that they divide your works and your journals in different section, and it was cool!
So, check it out, I'll soon fill it with many things. Bye-bye!
Dream out Loud! =)
Have to admit it, he is cool. Mostly when he became one of the usher in the church, mostly when I realized he became the guitarist and perform right in front of me.
Oh my, he is so much cool!!
But still, he would not turn my heart that fast. Maybe it was just because I have not met you for quite a long time
Dream out Loud! =)
I wish I do not have to delete my chat history everytime I receive and reply any message from you.
I wish I can reply your message anytime I wanted--which is everytime--without have to hide from everyone suspicious in my eyes.
I wish I am free to be with you as long as I love you.
Dream out Loud! =)
Some of my friends asked me why I cut my hair this short, not letting it grow long.
I do not know whether they were actually wanted to say that short hair is very ugly, or I am actually beautiful in short hair but will be looked more nice in a long one
Dream out Loud! =)
Some of my friends asked me why I cut my hair this short, not letting it grow long.
I do not know whether they were actually wanted to say that short hair is very ugly, or I am actually beautiful in short hair but will be looked more nice in a long one
Lord Jesus,
Thanks for Sport Day held in UPH College. I love everything about that day, included the fun walk when I could spend my time worshipped and praised You for Your grace upon me. Included the crossfeet, too! For the first time, I can show them that I am able to compete not only in linguistic or science competition, but also sport one.
Please, God, guide me to love my class, my friends, and my school more than this. So I would not whine or complain anymore.
Thanks for an academic year spent in this high school. Walk beside me, Lord. Walk beside me through my days in UPH College, in surviving Science Honors, so I can spend another two academic year again.
Amen.
Dream out Loud! =)
I admit it, I still have some feelings for him a little bit and I realize it at school, but I love you.
I admit it, I consider him as stunning when I look at our yearbook, but I'd feel better to see you now.
I admit it, I hope he change and let the others from our school go inside this building, but I'm dreaming of you wearing my school's uniform.
It is just a long three weeks, but I want to keep this feelings more than five months to prove myself whether I am truly in love with you or not. I hope so.
I miss (y)our words in chat history.
Dream out Loud! =)
I remember it clearly, the day when you slipped away.
Oh sorry, I knew you are not and you are not going to die. It was just me who got scared.
I hate the fact that you were too sick to come. For us to meet for the last time before we have to be apart for a long time. I hate that you were too sick to play with me, or maybe you can sit beside me in the concert and calm my beating heart of between you and nervous of stage sickness.
I blame my lovely rain and cold weather for this, either.
I wish we can meet as soon as possible, but maybe it would he too long. I truly wait for it. Time pass quickly. I have been knowing you for a year or more, but I do not fall that instant.
Hey, when would it be? Tell me.
I miss you. I like you.
Dream out Loud! =)
Happy 15th birthday to me!
They wish me to be more mature.
But really, I'm afraid I can't do that! What if I keep acting like a junior high? What if... what if...
I'm really afraid to be older. They asked me to be mature. But they keep saying that I'm childish.
I'm afraid I won't look mature enough
Dream out Loud! =)
Just imagine what will happen if I can see you again.
Maybe it will happen tomorrow. I'll come first, and you'll greet me when you arrive. We'll chat for a while and I'll ask you about your trip.
And I'll bring my guitar that time (or not? I'm not sure). And you'll play me a song with your own guitar.
I'll remind you that the day we meet is my birthday, so I'll ask you to buy me an ice cream. You'll refuse at first, but finally say yes. When I eat it, it'll taste so sweet and creamy.
Then we'll practise again. Laugh again. Bicker again. Say goodbye at last. At night, I'll dream abput you suddenly learn at the same school as me. I'll smile and tell myself, "This is the best birthday for now, because I spent it with my beloved ones."
It might won't happen, either.
Dream out Loud! =)
Oke, aku sudah tahu dengan jelas bahwa ini salah. Semua yang kuniatkan adalah sebuah kesalahan.
Tapi bagaimanapun juga, semua ini sudah berawal sejak sekitar akhir tahun 2011. Saat itu di Fanfiction.Net, fandom Screenplay dipenuhi oleh fanfic-fanfic K-Pop yang menggunakan tokoh-tokoh dari boyband dan girlband Korea yang notabene masih hidup. Bersamaan dengan berlangsungnya Indonesian Fanfiction Awaed 2011, aku baru menyadari isi guidelines FFN dan mengerti kalau fanfic-fanfic yang menggunakan tokoh yang belum mati lebih dari 50 tahun dilarang--berbeda dengan AO3 yang memperbolehkannya. Namun mereka tidak mengerti dan tidak bertobat, menyalahgunakan fandom Screenplay ini sampai sekarang--walau ada beberapa yang bertobat. Begitu juga dengan temanku. Aku jadi kesal dengan mereka.
Hal lain yang kuingat adalah saat hashtag #SaveMiku menjadi terkenal. Karena Miku memenangkan polling untuk menjadi penyanyi pembuka Olimpiade London (kalau tidak salah, aku masih tidak mengerti), mengalahkan penyanyi-penyanyi lain, ada K-poppers yang menghapus video-video Vocaloid dari Youtube. Kejam! Kalau mereka membenci Miku karena suaranya yang kepalang tinggi bin cempreng, itu masih bisa diterima. Tapi kalau hanya karena alasan sepele seperti ini ... kalian semua pengecut! Memang akhirnya video-video Vocaloid kembali, tapi tetap saja kejadian ini membekas di hati.
Yang ketiga, yang baru-baru ini sedang (dan masih) terjadi. Ada pihak yang menerbitkan fanfic-fanfic menjadi buku. Yang pertama kali kudengar adalah salah satu fanfic Naruto yang bahkan sampul bukunya saja menggunakan sebuah fanart tanpa izin. Tidak ada yang salah dalam menulis fanfic, tentu saja, selama kita menulis dengan mengikuti peraturan yang ada, salah satunya tidak untuk mencari keuntungan. Lah, ini malah sampai diterbitkan! Apa-apaan ini?!
Tapi yang membuatku lebih geram adalah karena akhirnya ada lagi fanfic yang benar-benar diterbitkan ... dan dari fandom semacam Screenplay! Setahuku, ada yang menggunakan tokoh Suju, dan ada juga yang menggunakan Shinee. Astaga, apa penerbitnya sama sekali tidak mengerti isi hukum perlindungan hak cipta? Apalagi ini menggunakan orang yang masih hidup, bagaimana izinnya? Ini salah. Ini jelas-jelas salah! Ini kasus yang lebih parah dari insiden Screenplay!
Sampai sekarang, walau aku sempat menulis fanfic untuk fandom K-pop (Playful Kiss), aku masih teringat hal-hal ini dan kadang jadi membenci para K-poppers. Salah sih, tapi ... ah, sudahlah. Mungkin aku yang harus belajar untuk melupakan.
Dream out Loud! =)
Aku tidak pernah menyangka hal-hal normal akan terjadi setiap kali mataku melirik keberadaan kelasku tercinta, Eightsigh7ed.
Buka puasa bersama yang diadakan di salah satu restoran di Perum 1 benar-benar menyenangkan. Selain karena hari ini ada pembagian BTS, beberapa teman kami yang bersekolah di tempat-tempat jauh sudah berjanji untuk datang. Berbeda dengan beberapa yang sudah mudik terlebih dahulu.
Tapi tentu saja, dari semua yang tidak datang, aku paling mengerutkan kening untuk Agrippin, panitia BTS dari kelas kami yang malah tidak diizinkan orangtuanya untuk datang.
Setiap kali ada orang yang menginjakkan kaki ke lantai 2 tempat kami berkumpul, rasanya selalu ada jabat tangan hangat, teriakan nama, dan pertanyaan tentang sekolah baru. Kadang aku juga tertawa, mereka cukup sering menanyakan sekolahku di UPHC dan aku juga balas bertanya tentang sekolah mereka. Harus kuakui, sepertinya SMA 78 Jakarta lebih berat.
Menu bukber ... sebetulnya tidak terlalu aku nikmati. Aku menyukai cocktail, tapi rasanya tidak sanggup untuk menghabiskan isi piringku seperti biasanya.
Tidak apa-apa sih, sebenarnya. Lagipula, setelah itu kami tetap menggila, saling menandatangani buku tahunan, dan bahkan sempat berfoto bersama walau akhirnya aku harus termasuk pulang lebih awal.
Dan yang lebih menyenangkan lagi, dia datang! Kuro-kun datang, dan dia tetap terlihat awesome seperti biasanya.
"Gimana? Udah bisa move on?"
"Belum. Lo sendiri?"
"Apaan, orang kelas gue sebelahan sama dia."
Heck, he's too charming. Always like that. And I like it.
Saat aku membiarkan angin mengusap lembut wajahku, harus kuakui, aku bahagia malam itu. Walaupun aku juga berpikir--kami baru berpisah selama sebulan. Nantinya kami tidak akan bertemu untuk waktu yang ... tidak diketahui kapan.
Dream out Loud! =)
Hari-hari pertama terasa seperti sebulan.
Secara tugas, jelas menumpuk. Yang benar saja, rasanya setiap kali aku berjalan menuju kelas tertentu, rasanya ada saja tugas yang kutemui. Sepertinya aku harus pensiun dini dari dunia kepenulisan sementara 3 tahun ini.
Sementara untuk persahabatan ....
Aku tidak bisa bilang kalau aku menemukan pengganti @eightsigh7ed, tentunya. Walaupun intensitas tertawa masih sama, tetap saja itu bukan kelasku yang lama. Namun kebersamaan yang kutemukan adalah sesuatu yang sangat berharga. Walau kami hanya 10 orang, dan kadang menjadi 11, rasanya kami bisa tertawa terus-menerus tanpa merasa bosan.
Entah mengapa, aku jadi merindukan @eightsigh7ed lagi. Setidaknya, aku bisa menikmati penggantinya. Mungkin kita semua berpisah agar bisa menempati kepingan puzzle yang lain dan membentuk gambar-gambar yang berbeda.
Yah, sebanyak apapun tugas dan kuis yang aku hadapi, jika Tuhan bersamaku, aku pasti bisa melaluinya. Lord, help me ....
Dream out Loud! =)
DO. DO. DO. DO. DO. DO. DO. DO. DO. DO. DO.
Kuis pertama dengan Ms. Amalia sama sekali tidak berjalan selancar yang kuharapkan--nilaiku adalah sama dengan KKM, 70. Aku yakin, jika aku mendapatkan nilai itu di Sempana, mungkin aku sudah sedang berusaha keras untuk menahan air mata.
Ini Matematika, pelajaran wajib sekaligus kesukaanku. Mengapa di sekolah ini, aku mendadak merasa bodoh dalam mengerjakan soal-soalnya? Rasanya seperti dihadapkan dengan segunung soal olimpiade yang tidak pernah kumengerti. Setiap soal rasanya harus kutanyakan keakuratannya pada teman-teman yang lain, yang jelas mendapatkan nilai kesempurnaan di kertas kuisnya. Seketika, awan gemuruh kebodohan seakan-akan meliputi diriku dan tidak mau melayang pergi.
Aku tidak akan lagi mengharapkan sebuah nilai sempurna 100 tertera di kuis, tidak di kelas ini (mungkin). Setidaknya, izinkan aku untuk meraih angka di atas 85, karena jujur saja, aku masih menyukai sekolah ini!
DO. Dua huruf yang melambangkan pengusiran secara tidak layak itu menghantui pikiranku sementara angkot melaju. Kalau ini terjadi terus-menerus, DO benar-benar bisa terjadi padaku--maksudku jika beasiswaku sampai dicabut atau dikurangi, lalu aku terpaksa harus keluar sekolah dengan alasan biaya.
Semua ini mulai membuatku frustrasi.
Tuhan, tolong!
Dream out Loud! =)